The Biggest International Cat Show 2008
CFA Show 4 Rings
Jakarta, Indonesia , November 29-30, 2008
Our Kitten :
Chandra Lambreta:

7 Best Kitten in Edward Maeda Ring
7 Best Kitten in Donna Fuller Ring
Chandra Laksmi

10 Best Kitten in Karen Lawrence Ring
9 Best Kitten in Edward Maeda Ring

Artikel from Woman magazine Nova January 2009
Selain anjing, berbisnis kucing
juga menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Salah seorang pioner
breeding kucing di Indonesia adalah Cacang Effendy. Bapak empat anak
ini mengawali bisnisnya dari hobinya merawat binatang.
"Segala
macam binatang saya suka. Kemudian saya lihat, di Indonesia, kok,
kucing enggak ada yang ngembangin. Tahun 2002 cuma ada ras Persia, yang
biasa disebut orang Anggora. Padahal, di Indonesia enggak ada kucing
Anggora. Yang ada, kucing Persia yang kualitasnya paling jelek yang
mirip Anggora. Orang pikir, Anggora," kata Cacang yang memiliki koleksi
ratusan kucing dari aneka ras, seperti Persia, Maine Coon, Bengal,
Sphynx, Exotic, dan sebagainya.
Cacang menuturkan, yang paling
laku di Indonesia adalah kucing Persia. Untuk kucing jenis ras Sphynx,
Cacang juga mengekspor. Di Asia cuma ada 3 peternak jenis ras Sphynx,
termasuk dirinya. Kucing ras Sphynx berasal dari Kanada, tapi karena
posturnya mirip patung Sphynx, kucing ini dipanggil Sphynx. "Kalau di
sini, disebut Kucing Mesir. Dulunya karena mutasi genetik, tapi
sekarang sudah jadi ras sendiri. Harga anakannya bisa mencapai Rp 15
juta per ekor."
Bagi Cacang, memelihara kucing bak seni. Tak
seperti memelihara ayam, misalnya, yang bisa dimassalkan. "Makanya
harganya pun bisa enggak masuk akal," kata Cacang yang pernah membeli
kucing Persia Grand Champion seharga Rp 100 juta.
Cacang memang
termasuk salah seorang breeder kucing yang cukup besar di dunia.
Peternakan kucingnya (cattery) yang diberi nama Chandra Cattery,
berdiri di atas lahan seluas sekitar 5.000 m2 di bilangan Bantar
Gebang. Di sana terdapat ratusan ekor kucing dari berbagai ras. Juga
lengkap tersedia fasilitas breeding, termasuk dokter hewan yang
bersiaga 24 jam. "Di luar negeri sekalipun, seorang breeder paling
hanya punya 15 ekor kucing, karena mereka breedingnya di rumah.
Kebanyakan para ibu yang melakukannya. Di sana, enggak ada yang
ngurusi. Membayar pegawai juga mahal. Jadi, ngurusi 15 ekor sehari
saja, sudah babak belur."
One of the son , GC Cacao Rachmaninof of Chandra,
was adopted by one populair Indonesian Movie Star Dhini Aminarti & Fardan,
The boy name is Chandra Espresso Machiato.
(picture from Trubus magazine august 2007).

And One of Our Exotic Boy is also Published by Trubus Magazine
August 2007
